Sabtu, 13 November 2010

Menulis, Menggebirakan Menyenangkan dan Menggemparkan

Dunia tulis menulis adalah hal biasa bagi kita semua apalagi bagi para pelajar yang mengenyam pendidikan menulis tidak akan terlewatkan setiap harinya. Paling tidak kita menulis sebuah catatn harian.

Banyak orang beranggapan untuk menulis itu memerlukan waktu dan enrergi yang banyak. Bahkan sebagian orang telah mengkalim dirinya dengan kata-kata membunuh seperti "menulis bukan bakat saya" dll. Tidak ada yang mustahil di alam dunia ini.

dalam sebuah keterangan "man Jadda Wa jada" barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil, kita bisa mengintrospeksi diri kita dengan kata-kata di atas. Dengan Kata lain ketika kita ingin menjadi seoarang penulis atau apapun kita di tuntut untuk bersungguh-sungguh.


Bagi sebagian orang lainnya menulis adalah suatu hal yang menggembirakan dan menyenangkan. Mereka bisa mencurahkan isi hati, pemikiran dan gagasannya lewat tulisan. Bagi mereka menulis adalah bagian hidupnya, tanpa menulis tidak ada artinya. Karena selain sekedar hobi atau kesenangan, tulisan juga bisa menjadikan jalan dakwah bagi kita.

dengan tulisan yang kita buat, kita bisa mengajak pembaca untuk terus meningkatkan ketaatan kita, menjadi orang yang bermanfaat dll.

Bahkan lebih dari itu, tulisan dapat mempengaruhi pemikiran setiap orang dan bisa membuat revolusi. salah satu Contoh adalah tokoh besar komunis yang kita kenal Adolf Hitler mencurahkan dan mengungkapkan pemikirannya lewat tulisan dan dapat menggemparkan dunia dengan pahamnya itu.

Kita sebagai umat islam seharusnnya dapat mengambil pelajaran dari perjalanan dakwah Rasul yang di teruskan oleh Keluarga dan para pengikutnya, yaitu telah di contohkan Oleh Para Ulama terdahulu yang telah menulis dan membukukan mushaf Al-Qur'an, dan itu Jauh sebelum Hitler lahir atau tokoh besar lainnya lahir.

Sebenarnya tidak ada keterampilan khusus untuk bisa menulis, tinggal kita bersungguh-sungguh dan menekuni hal tersebut. Satu hal yang harus di perhatikan untuk menjadi seorang penulis yaitu "membaca, membaca dan membaca", jangan perbah bosan untuk terus membaca dengan kata lain semangat Iqra dari diri kita harus terus di gali. Selamat mencoba!!

To Be Journalist


Menjadi seorang Jurnalis tidak semudah yang kita kira. Berbagai cara harus di coba untuk menarik masyarakat. Setidaknya seorang jurnalis harus bisa membuat yang biasa-biasa, menjadi luar biasa. Seperti yang di ungkapkan Bapa Budi Rahman S.Pd.I, M.Pd dalam pembukaan acara Journalis For Student 4 "kita sebagai seorang jurnalis setidaknya bisa membuat berita yang biasa-biasa menjadi luar biasa,selain itu kita juga harus mempunyai jiwa semangat iqra" lanjutnya "semangat membaca adalah kunci sukses seorang penulis"

selain kemampauan di atas, masih banyak lagi kompetensi yag harus kita miliki diantaranya membuat sesuatu menjadi menarik.Pembina Journalis Student Club ini pun menambahkan "selain keterampilan yang tadi, kita juga harus memiliki beberapa kompetensi lagi yaitu membuat sesuatu menjadi menarik dan untuk penunjangnya kita harus memiliki jiwa Kreatif"

kreatif bisa kita artikan mencari sesuatu yang baru. dengan kata lain, kita harus terus berfikir untuk mencari dan mencari inovasi baru khusussnya dalam bidang jurnalistik. Contohnya kita bisa menyajikan bahsa-bahasa yang inovatif dalam dunia tulis menulis. Dalam dunia per filman kita bisa menghasikan gambar atau vidio yang lebih menarik dan lebih menarik.

Intinya, ketika kita ingin menjadi seoarang Jurnalis setidaknya kita harus memiliki tiga keterampilan. Pertama membuat yang biasa menjadi luar biasa, kedua memiliki semangat iqra, ketiga membuat sesuatu menarik dan yang keempat kita harus memiliki jiwa kreatif.